Optimizing The Mawah Concept for The Economy of The Aceh Community

  • Mukhtasar Mukhtasar Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
  • Angga Syahputra Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Abstract

Islam and Aceh are inseparable like two sides of a coin. The Serambi Makkah Country in the daily activities of its people is closely related to islamic sharia, including muamalah activities. Long before the existence of Islamic financial institutions in Indonesia, the people of Aceh had implemented cooperation in the field of muamalah as well as the mudharabah concept in Islamic financial institutions, known as mawah. Mawah is a concept of cooperation between capital owners and managers with a profit-sharing system. But the concept of mawah is still limited to cooperation in agriculture and animal husbandry, so it is necessary to development efforts in other spheres to be able to sustain the economy of the people of Aceh, as Denmark successfully developed this concept. This study uses qualitative methods by researching natural object conditions and is supported by a literature review. The results of the study revealed the need for government intervention in developing this concept in order to be optimal in developing the economy of the people of Aceh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. “Praktek Mawah Melalui Mudharabah Dalam Masyarakat Aceh”, Premise Law Jurnal, Vol. 11, No. 1 (2015).
Al-Mushlih, Abdullah & Ash-Shawi, Shalah. 2004. Fikih Ekonomi Keuangan Islam, cet. 7. Jakarta: Darul Haq.
Badan Pusat Statistik. “Aceh Dalam Angka”, www.bps.go.id, accessed October 30th 2019
Bakar, Abu et al. 2008. Kamus Bahasa Aceh-Indonesia, ed. 2, cet. 2. Jakarta: Balai Pustaka.
Bank Indonesia. 2019. Laporan Perekonomian Provinsi Aceh Mei 2019. Jakarta: Bank Indonesia.
Bogdan dan Taylor. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif, cet. Ke 7. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Chalil, Fuad, Zaki. 2008. Horizon Ekonomi Syariah: Pemenuhan Kebutuhan dan Distribusi Pendapatan. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984. Pola Penguasaan, Pemilikan dan Penggunaan Tanah Secara Tradisional Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Banda Aceh: Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya.
Dikdoyo, Eko. 2002. Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal. Bandung: PT. Cita Pustaka.
Furqan & Hidayan, S. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tradisi Mawah (Studi Kasus Pemeliharaan Ternak Sapi Di Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Banda Aceh”, Al-Idarah, Vol 2, No. 1 (Januari – Juni 2018).
Hurgronje, Snouck. 1985. The Achehnese, terj. Ng. Singarimbun, S. Maimoen, Kustiniyati Mochtar. Jakarta: Yayasan Soko Guru.
Ibrahim, Azharsyah. 2012. “Praktik Ekonomi Masyarakat Aceh Dalam Konteks Ekonomi Islam: Kajian Terhadap Sistem Mawah dan Gala”. Paper on Proceeding of the Aceh Development International Conference – IIUM, Malaysia.
J. Jongejans. 2008. Negeri dan Rakyat Aceh Dahulu Dan Sekarang, terj. Rusdi Sufi. Banda Aceh: Pemerintah Provinsi NAD Badan Arsip dan Perpustakaan.
Karim, Adiwarman A. 2004. Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. http://kbbi.web.id, accessed October 30th 2019
Maghfirah, Fitri. 2020. Eksistensi Konsep Mawah Sebagai Penguat Ekonomi Masyarakat Aceh. Thesis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia.
Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh. 2016. Fatwa MPU Aceh Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Mawah.
--------------- “Rapat Paripurna ke-IV Majelis Permusyawaratan Aceh Masa Kerja 2016”, http://mpu.acehprov.go.id, accessed October 25th 2019.
Majelis Ulama Indonesia. 2000. Fatwa DSN MUI Nomor 07/DSN-MUI/IV/2000
Manan, Bagir. 2001. Menyongsong Fajar Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.
Mufti, Aries & Sula, M. Syakir. 2007. Amanah Bagi Bangsa: Konsep Sistem Ekonomi Syariah. Jakarta: MES dan Bank Indonesia.
Muhammad. 2004. Etika Bisnis Islam. Yogyakarta: AMP YKPN.
Mulyana, Edy. 2007. Aceh Menembus Batas. Banda Aceh: Badan Perpustakaan NAD.
Nazamuddin. 2013. Economic Modernization and Its Influence On The Social System In Aceh, in Graf A; Aceh History, Politics and Culture. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.
Nelly & Rahmi. “Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal, Masyarakat Aceh Melalui Praktek Adat Mawah (Bagi Hasil Usaha) di Kecamatan Kuta Baro” paper pada Prosiding Seminar Nasional Universitas Serambi Mekkah, Vol 1, No. 1, Oktober 2017, Banda Aceh, Aceh.
Saeed, Abdullah. 2008. Bank Islam dan Bunga: Studi Kritis dan Interpretasi Kontemporer tentang Riba dan Bunga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Saleh, Fauzi. 2011. Mawah. Opini di Harian Serambi Indonesia, Ed. 20 Mei 2011.
Sudiarti, Sri., Harahap, Pangeran., & Safarida, Nanda. “Mawah & Cater di Aceh; Studi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Ulim– Kab. Pidie jaya”, Al-Muamalat: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 3, No. 1 (2017).
Syamsuddin. “Peran Konsep Mawah Sebagai Edukasi Permodalan Masyarakat Aceh”, NEGOTIUM, Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, Vol. 1, No. 1 (2018).
Syafei, Rachmat. 2001. Fiqh Muamalah Untuk IAIN, STAIN, PTAIS dan Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Syahputra, Angga. “Etika Bisnis Dalam Islam: Suatu Jalan Keseimbangan Dalam
Berbisnis”, Jurnal At-Tanmiyah, Vol. 1, No. 1 (2018).
-----------------. “Etika Berbisnis Dalam Pandangan Islam”, Jurnal At-Tijarah: Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol. 1, No. 1 (Juni 2019).
Published
2020-10-01
How to Cite
MUKHTASAR, Mukhtasar; SYAHPUTRA, Angga. Optimizing The Mawah Concept for The Economy of The Aceh Community. IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 167-180, oct. 2020. ISSN 2443-0056. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/iqtishoduna/article/view/558>. Date accessed: 29 oct. 2020. doi: https://doi.org/10.36835/iqtishoduna.v9i2.558.
Section
Artikel