NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PROSES TURUNNYA AL-QUR’AN DENGAN TUJUH HURUF

  • Zainil Ghulam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Abstract

Bangsa Arab mempunyai aneka ragam dialek (lahjah) yang timbul dari fitrah mereka. Setiap suku mempunyai format dialek yang tipikal dan berbeda dengan suku-suku lain. Perbedaan dialek itu tentunya sesuai dengan letak geografis dan sosio-kultural dari masing-masing suku. Namun demikian, mereka telah menjadikan bahasa Quraish sebagai bahasa bersama (common language) dalam berkomunikasi, berniaga, mengunjungi ka’bah, dan melakukan bentuk-bentuk interaksi lainnya. Dari keyataan diatas, sebenarnya kita dapat memahami alasan al-Qur'an diturunkan dengan menggunakan bahasa Qurraish.1
Fenomena al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar nabi Muhammad saw ternyata bagaikan magnet yang selalu menarik minat manusia untuk mengkaji dan meneliti kandungan makna dan kebenarannya. al-Qur’an yang diturunkan atas ‘tujuh huruf’(sab’at ahruf) menjadi polemik pengertiannya di kalangan ulama', polemik ini bermuara pada pengertian sab’ah dan ahruf itu sendiri.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2014-02-15
How to Cite
GHULAM, Zainil. NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PROSES TURUNNYA AL-QUR’AN DENGAN TUJUH HURUF. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 42-60, feb. 2014. ISSN 2442-4579. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/68>. Date accessed: 16 aug. 2022.

Keywords

Pendidikan, Al-Qur’an