Pengembangan Kurikulum Multikultural Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Sahabat Alam Palangka Raya

  • Dahlia Dahlia Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Palangkaraya

Abstract

Tulisan ini ingin melihat bagaimana kurikulum dimaknai sebagai sesuatu yang fleksibel. Karenanya, telaah terhadap kurikulum perlu disesuaikan dengan lokasi, keadaan siswa dan lingkungan dimana ia tinggal dengan tetap mengacu pada kompetensi Inti yang disepakati bersama. Distingsi ini perlu dipertahankan melihat urgensi dan sinergi antara lembaga pendidikan dengan lokasi dan hal tersebut diatas. Hasil penelitian ini melihat betapa pengembangan kurikulum berbasis multikultural pada sebuah lembaga pendidikan adalah sesuatu yang sangat urgen untuk direncanakan dan diimplementasikan dalam dunia pendidikan dewasa ini. Mengacu pada keberagaman latar belakang dan potensi dasar siswa, maka menjadi niscaya bahwa kurikulum pendidikan pun harus berbasis multikultural, karena kurikulum yang tidak berlandaskan multikultural akan berdampak pada pendidikan yang tidak “membahagiakan” bagi peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-02-15
How to Cite
DAHLIA, Dahlia. Pengembangan Kurikulum Multikultural Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Sahabat Alam Palangka Raya. TARBIYATUNA, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 94-118, feb. 2017. ISSN 2442-4579. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/256>. Date accessed: 25 june 2021.
Section
Article