Problem Solving Berbasis Pesantren

  • Ali Wafa Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo,

Abstract

Riset ini membahas teknik problem solving di Lembaga Pendidikan Islam (Madrasah Tsanawiyah), yaitu bagaimana problema diselesaikan dan memiliki dampak positif terhadap secara kelembagaan dalam mencapai tujuannya. Teknik pemecahan masalah menggunakan teori SWOT dan Supervisi.1 Penelitian dilakukan di MTs Walisongo 1 Maron Probolinggo dan MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan  menggunakan wawancara. Organisasi identik dengan masalah. Masalah menjadi bagian integral organisasi. Meskipun paling dihindari, organisasi tidak bisa lepas dari masalah. Masalah harus dihadapi dan diselesaikan, sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Upaya menyelesaikan masalah organisatoris disebut problem solving. Dalam kerangka ini, teknik problem solving menjadi penting. Adanya permasalahan menunjukkan organisasi masih hidup. Masalah memiliki dampak positif dan negatif,tergantung sejauh mana kemampuan organisasi mengelolanya. Organisasi yang dapat mengelolanya dengan baik, menjadi maju. Sebaliknya, organisasi yang gagal menghadapi masalah, jurang kehancuran menjadi kuburannya.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2015-08-15
How to Cite
WAFA, Ali. Problem Solving Berbasis Pesantren. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, [S.l.], v. 8, n. 2, p. 1-20, aug. 2015. ISSN 2442-4579. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/89>. Date accessed: 21 may 2022.
Section
Article

Keywords

Problem Solving, Pesantren