Tokoh Agama dalam Pendidikan Toleransi Beragama di Kabupaten Lumajang

  • Antik Milatus Zuhriah Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Abstract

Fenomena keanekaragaman agama, dan etnis merupakan fakta dan realitas yang dihadapi manusia, maka harus ada kesadaran bahwa  multikulturalisme dan pluralisme  memang sungguh-sungguh fitrah kehidupan manusia. Karenanya, diharapkan manusia mampu menghargai keanekaragaman itu. Dalam perspektif Islam, muncul istilah Pendidikan Islam Pluralis-Multikultural. Konstruksi pendidikan semacam ini berorientasi pada proses penyadaran yang berwawasan pluralitas secara agama, sekaligus berwawasan multikultural. Agar spesifik, artikel ini membahas konsepsi toleransi dalam perspektif Tokoh Agama di Kertosari Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah toleransi dan sikap saling menghargai, sikap saling menerima perbedaan harus terus dikembangkan dengan catatan tetap memperhatikan batasan-batasan tertentu. Berikutnya, peran tokoh agama dalam pendidikan toleransi beragama meliputi sangat urgen, selain sebagai pemimpin agama, masyarakat juga menganggap tokoh agama juga sebagai motivator, panutan, penyuluh, pendidik dan bahkan sebagai pembimbing. Hal ini menunjukkan bahwa dalam hal toleransi beragama, tokoh agama yang menjadi pusat rujukan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-02-15
How to Cite
ZUHRIAH, Antik Milatus. Tokoh Agama dalam Pendidikan Toleransi Beragama di Kabupaten Lumajang. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, [S.l.], v. 13, n. 1, p. 56-75, feb. 2020. ISSN 2442-4579. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/609>. Date accessed: 30 nov. 2021. doi: https://doi.org/10.36835/tarbiyatuna.v13i1.609.
Section
Article