Dakwah dan Struktur Kuasa Digital dalam ‘Jatuhnya’ Citra Diri Gus Miftah
DOI:
https://doi.org/10.54471/dakwatuna.v11i2.3607Keywords:
Dakwah Digital, Citra Diri, Kelas Sosial, Struktur Kuasa Digital, Polarisasi PublikAbstract
Penelitian ini membahas pergeseran citra diri pendakwah dalam konteks struktur kuasa digital melalui studi kasus kontroversi Gus Miftah versus penjual Es Teh. Dengan menggunakan perspektif komunikasi simbolik dan teori konstruksi identitas, kajian ini mengungkap bagaimana ruang dakwah kini bertransformasi menjadi arena mediatik yang sarat akan polarisasi publik, ekspektasi moral kolektif, serta intervensi algoritmik. Hasil analisis menunjukkan bahwa otoritas dakwah di era digital tidak lagi ditentukan semata oleh legitimasi keilmuan atau institusional, melainkan oleh kemampuan pendakwah dalam mengelola keutuhan identitas komunikatif, menjaga authenticity, dan merespons dinamika publik yang semakin kritis. Fenomena ini menandai urgensi reorientasi strategi dakwah yang adaptif terhadap medan kuasa baru, di mana reputasi religius bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada persepsi publik digital.
Downloads
References
Annas, M., Suryana, I., & Sholikhah, M. (2019). Polarisasi opini publik dalam media sosial: Analisis isi konten buzzer politik di Twitter. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 460–473. https://doi.org/10.5614/sostek.itb.2019.18.3.10
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A social critique of the judgement of taste. Harvard
University Press.
Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood.
Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power (J. B. Thompson, Ed.; G. Raymond & M. Adamson, Trans.). Harvard University Press.
Castells, M. (2011). Communication Power. Oxford University Press.
Deery, J., & Press, A. (Eds.). (2017). Media and class: TV, film, and digital culture. Routledge.
French, J. R. P., & Raven, B. (1959). The bases of social power. In D. Cartwright (Ed.),
Studies in social power (pp. 150–167). University of Michigan.
Gillespie, T. (2013). The relevance of algorithms. In T. Gillespie, P. Boczkowski & K. Foot (Eds.), Media Technologies: Essays on Communication, Materiality, and Society. MIT Press.
Grid.ID. (2023). Ini alasan Gus Miftah senang dakwah di club malam. Grid.ID.
https://www.grid.id/read/042635885/ini-alasan-gus-miftah-senang-dakwah-di-club-malam
Hecht, M. L. (1993). 2002 – A Research Odyssey: Toward the Development of a Communication Theory of Identity. Communication Monographs, 60(1), 76–82
Jones, E. E., & Pittman, T. S. (1982). Toward a general theory of strategic self-presentation. In J. Suls (Ed.), Psychological perspectives on the self (Vol. 1, pp. 231–262). Erlbaum.
KhosraviNik, M. (2014). Critical discourse analysis, power, and new media discourse. In M. Kopytowska & Y. Kalyango (Eds.), Why Discourse Matters: Negotiating Identity in the Mediatized World (pp. 287–306). Peter Lang.
Marwick, A. E., Boyd, D., & Pitcan, M. (2018). Performing a vanilla self: Respectability politics, social class, and the digital world. Journal of Computer-Mediated Communication,
(3), 163–179. https://doi.org/10.1093/jcmc/zmy008
_________________. (2011). To see and be seen: Celebrity practice on Twitter. Convergence, 17(2), 139–158.
McCroskey, J. C. (1966). Scales for the measurement of ethos. Speech Monographs, 33(1),
–72. https://doi.org/10.1080/03637756609375482
Nadhif, W., Romadhoni, B. K., Zuhriyah, L. F., & Purnomo, R. (2024). Pengaruh status sosial dan kekuasaan dalam komunikasi antar pribadi antara Gus Miftah dan penjual es teh. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(4), 114–124.
https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/kamaya
Okezone.com. (2024, October 22). Prabowo akan lantik 7 utusan khusus presiden, di antaranya Raffi Ahmad dan Gus Miftah. Okezone
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alhimni Fahma, Bayu Mahardika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam DAKWATUNA yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Priciple Contact.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-ShareAlike (CC BY-SA).
Semua Informasi yang terdapat di DAKWATUNAÂ bersifat akademik. DAKWATUNAÂ tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalahgunaan informasi dari situs ini.















