Teknik Reinforcement dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Baiturrahman Salak Randuagung Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.54471/rjps.v3i1.2279Keywords:
Teknik Reinforcement, Minat Belajar SantriAbstract
Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi teknik Reinforcement dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya dalam meningkatkan minat belajar santri di Pondok Pesantren Baiturrahman. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan cara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik reinforcement untuk meningkatkan minat belajar santri dilakukan dengan cara memberikan hadiah terhadap santri yang berprestasi bisa berupa (permen, kado, makanan dan lain-lain), memberikan pujian terhadap anak yang semangat dalam belajar, Memberikan bintang komentar tertulis pada buku pelajaran, Memberikan nama kehormatan, atau julukan baik pada santri dan Memberikan hadiah perilaku seperti senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan. Faktor Pendukungnya adalah selalu mengedepankan kerjasama dan koordinasi dengan seluruh jajaran pengurus lembaga; Adanya sarana dan prasarana yang memadai. Dan Faktor Penghambatnya, karena latar belakang dan karakteristik masing-masing santri asuh yang berbeda; Masih terbatasnya guru dan pembimbing pendidik.
Downloads
References
Bahri, Ghazali. Pesantren Berwawasan Lingkungan. Jakarta: CV. Prosasti, 2003.
Darmadi, Hamid. Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung: Alfabeta, 2010.
Dhofier, Zamaksyari. Tradisi Pesantren (Studi Tentabg Pandangan hidup Kyai). Jakarta: LP3ES, 1990.
Effendi, Usman dan Juhaya. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, 1989.
Hansen, James C., Stevic, Richard R., Warner, Richard W. Counseling Theory and Process. Boston: Allyn and Bacon, 1982.
Hasibuan, Malayu. Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005.
Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standard Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
Mulyasa. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
Nasution. Teknologi Pendidikan. Bandung: Bumi Aksara, 1982.
Observasi, Lumajang, 02 Maret 2022.
Potter, Patricia A. dan Griffin P, Anne. Fundamental Keperawatan; Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta: Salemba Medika, 2009.
Qomar, Mujamil. Pesantren Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga, 2001.
Raharjo, Dawam. Pergulatan Dunia Pesantren, Membangun dari Bawah. Jakarta: P3M, 1983.
Sabri, Ahmad. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Kencana, 2001.
Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali, 1986.
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Memperngaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Suharto, Babun. Dari Pesantren Untuk Umat. (Reinventing Ekksitensi Pesantren di Era Globalisasi). Surabaya: Imtiyaz, 2011.
Sulaiman. Pendidikan Pesantren (Realitas Pendidikan Islam Tradisional). Jakarta: Majalah Pesantren, 2010.
Thohari, Fuad. Ilmu, Ulama dan Sistem Pendidikan Pesantren. Majalah Pesantren, 2002.
Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2001.
Uhbiyati. Belajar dan Faktor-faktor yang Memperngaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
UU Nomor 20 Tahun 2003, Undang-undang Republik Indonesia. Bandung: Citra Umbara, 2010.
Yamin, Martimis dan Maisah. Manajemen Pembelajaran Kelas: Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada, 2009.
Yasmadi. Modernisasi Pesantren. Jakarta: Ciputat Press, 2002.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ike Nur Safitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



.png)





