Terapi Realitas di Pondok Pesantren (Studi Fenomenologi Santri Kurang Percaya Diri di Pesantren Syarifuddin)

  • Fawaid Zainal Arifin Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Abstract

Setiap tahun ajaran baru, pengurus selalu menemukan problem terkait santri yang tidak kerasan nyantri karena dipaksa nyantri oleh orang tuanya. Sebanyak 150 santri baru ada 50 santri yang nyantri dipaksa oleh orang tuanya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa perlu dilakukan riset. Riset ini bertujuan untuk mengetahui proses, kondisi sebelum dan sesudah Terapi Realitas di Pondok Pesantren. Dengan menggunakan kualitatif metodologi fenomenologi riset. Penelitian semacam ini terfokus pada cara bagaimana kita mempersepsi realitas yang tampak melalui pengalaman atau kesadaran. Hasil riset menunjukkan bahwa proses pelaksanaan terapi realitas merupakan bagian dari langkah-langkah yang ada dalam proses konseling. Langkah pertama yang dilakukan oleh konselor dalam proses konseling yaitu langkah identifikasi masalah, diagnosis, prognis, treatment, dan evaluasi. Langkah kedua memakai teknik-teknik terapi salah satunya bertindak menjadi guru. Hasil dari penerapan terapi realitas terhadap santri sangat membuahkan hasil. Santri sudah mulai tidak suka murung, menangis, ingin pulang rumah, dan sudah suka mengikuti kegiatan pondok pesantren. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amir Hamzah Wiryosukarto, Biografi KH. Imam Zarkasih dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Ponorogo: Gontor Press, 1996.

Bastaman, H.D. Integrasi Psikologis dengan Islam: Menuju Psikologi Islam. Jakarta: Pustaka Pelajar, 1997.

Corey, Gerald. Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: PT. Refika Aditama, 2009.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES, 1994.

Haedari, Amin. dkk, Masa Depan Pesantren: dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. Jakarta: IRD Press, 2006.

Hakim, Thursan. Pengembangan Diri. Yogyakarta: Liberty, 1999.

Hasil Wawancara, Firli Ramadhan, 15 Januari 2022.

Hasil Wawancara, Hilmi, 16 Januari 2022.

Jumhur dan Surya, M. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance and Counseling). Bandung: CV. Ilmu,1975.

Lubis, NL. Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Mandagi, Jeanne dan Wesniwiro. Masalah Narkotika dan Zat Aditif Lainnya serta Penanggulanganya. Jakarta: Pramuka Saka Bayangkara, 1995.

Palmer, Stephen. Konseling dan Psikoterapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Team Penyusunan Kamus Besar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, 1990.

Wahid, Abdurrahman. Menggerakkan Tradisi; Esai-esai Pesantren. Yogyakarta: LKIS, 2001.

Winkel, W.S dan Sri Hastuti, MM. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi, 2004.

Ziemek, Manfred. Pesantren dalam Perubahan Sosial. Jakarta: P3M, 1986.
Published
2022-07-15
How to Cite
ARIFIN, Fawaid Zainal. Terapi Realitas di Pondok Pesantren (Studi Fenomenologi Santri Kurang Percaya Diri di Pesantren Syarifuddin). Risalatuna: Journal of Pesantren Studies, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 201-220, july 2022. ISSN 2809-9753. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/risalatuna/article/view/1896>. Date accessed: 05 oct. 2022. doi: https://doi.org/10.54471/rjps.v2i2.1896.
Section
Articles