Asimilasi Paradigma PMII Syarifuddin dengan Kultur Pesantren

  • Akhmad Afnan Fajarudin Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Abstract

Artikel ini hendak menjawab tantangan perubahan zaman yang sedang terjadi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi pengkaderan yang secara khusus memiliki tujuan untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara serta berbasis pesantren sebagai representasi pembaharuan yang kini terjadi. Yang mengasimilasikan sebuah paradigma PMII dengan kultur pesantren. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah kualtitaif deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa dalam aktivitasnya paradigma yang dipakai oleh PMII IAI Syarifuddin sesuai dengan kultur pesantren. Hal ini menjadikan PMII sebagai organisasi yang mampu berkembang secara kuantitas dan kualitasnya. Sistem kaderisasi yang dipakai tidak terlepas dari kultur pesantren, karena adanya pesantren menjadi representasi adanya perguruan tinggi Institut Agama Islam Syarifuddin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi, Heri. 1985. Gerakan Moral Tidak Relevan Lagi, Kompas.
Anam, Khairul. “Membaca Pendidikan Islam di Era Disrupsi: Perspektif Strukturalisme Transendental”, Journal of Islamic Education Research, Vol. 1, No. 1, Desember (2019).
Choirie, A. Effendy & Anam, Choirul. 1991. Pemikiran PMII dalam Berbagai Visi dan Persepsi. Jawa Timur: Majalah NU AULA.
Denzin, K. Norman dan Lincoln, Yvonna S. 2009. Handbook of Qualitative Research, terj. oleh Dariyatno dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Enginer, Asghar Ali. 2009. Islam dan Teologi Pembebasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauzan, Alfas. 2015. PMII dalam Simpul-simpul Sejarah Perjuangan. Malang: Intimedia.
Hermawan, Eman. 2000. Menjadi Kader Pergerakan: dari Simpatisan menjadi Kader Militan, dari Inividu menjadi Organizer. Yogyakarta: Klinik.
James Danandjaya, “Wacana Antropologi”, Media Komunikasi Peminat dan Profesi Antropologi, Vol. 2, No. 2, Desember (1998), 12.
Kemdikbud. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Penerbitan dan Percetakan.
Kompri. 2018. Manajemen Dan Kepemimpinan Pondok Pesantren. Jakarta: Prenadamedia Group.
Kuntowijoyo. 1991. Paradigma Islam: Interprestasi untuk Aksi. Jakarta: Mizan.
Moebin, Ali Amrullah. 2008. Hitam Putih PMII: Refleksi Arah Juang Organisasi. Malang: Genesis.
Muhakamurrohman, Ahmad. “Pesantren: Santri, Kiai, dan Tradisi.” Ibda’: Jurnal Kebudayaan Islam, Vol. 12, No. 2, Desember (2014).
Muttaqin, Ahmad Ihwanul. “MODERNISASI PESANTREN; Upaya Rekonstruksi Pendidikan Islam (Studi Komparasi Pemikiran Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid), Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 7, No. 2, Agustus (2014), 66-98. https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/55/61
Nitiprawiro, Wahono. 2000. Teologi Pembebasan; Sejarah, Metode, Praksis, dan Isinya. Yogyakarta: LKiS.
PB PMII. 2007. AD/ART PMII Bab IV, Pasal 5, Palu.
Profil Institut Agama Islam Syarifuddin, https://www.iaisyarifuddin.ac.id/halaman/detail/profil-institut-agama-islam-syarifuddin-lumajang.
Robert M., Jiobu. 1988. Ethnicity and Assimilation. New York: State Univ of New York Pr.
Romli, Khomsahrial. “Akulturasi dan Asimilasi dalam Konteks Interaksi antar Etnik”, Ijtimaiyyah, Vol. 8, No. 1. Februari (2015).
Siradj, Said Agil. 1998. Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah. Yogyakarta: LKPSM.
Siradj, Said Aqil. 1999. Pesantren Masa Depan, Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren Bandung: Pustaka Hidayah.
Soekanto, Soejono. 1983. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada.
Taufik, Abdulla. 1974. Pemuda dan Perubahan Sosial. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES Indonesia.
Wahid, Abdurrahman. 2001. Menggerakkan Tradisi, Esai-Esai Pesantren. Yogyakarta: LKIS.
Wahid, Abdurrahman. 2010. Tuhan Tidak Perlu di Bela. Yogyakarta: LKiS.
Wahid, M. Hasanudin, dkk. 2006. Multi Level Strategi Gerakan. Jakarta: PB PMII.
Published
2021-07-15
How to Cite
FAJARUDIN, Akhmad Afnan. Asimilasi Paradigma PMII Syarifuddin dengan Kultur Pesantren. Risalatuna: Journal of Pesantren Studies, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 215-235, july 2021. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/risalatuna/article/view/1252>. Date accessed: 29 sep. 2021.
Section
Articles