METODE PEMBINAAN KEAGAMAAN YANG EFEKTIF BAGI NARAPIDANA/TAHANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II-B LUMAJANG

  • Moh. Muafi bin Thohir Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Abstract

Bentuk kegiatan yang akan dilakukan untuk para napi/tahanan adalah belajar
baca al-Qur’an, ceramah agama dan melengkapi buku bacaan yang ada di
perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Lumajang. Dengan demikian
harapannya untuk menjadikan mereka insaf.
Manfaaat dari penelitian ini; 1). Dapat memberikan pendidikan dan wawasan
keagamaan bagi Narapidana/Tahanan berupa wawasan ilmu tentang aqidah, ibadah,
dan akhlaq. 2). Sebagai pegangan/pedoman bagi bagi Narapidana/Tahanan untuk
berbuat hal yang positif selama menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan
Kelas II-B Lumajang. 3). Sebagai alat untuk mewujudkan Narapidana/Tahanan menjadi
menyadari (insyaf) akan kesalahan yang telah diperbuat. 4). Menyiapkan
Narapidana/Tahanan untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna apabila telah
bebas.
Hasil dari uji coba tiga metode yang paling efektif adalah mengkombinasikan
antara metode ceramah dan metode personal approach. Adapun kelebihannya
sebagai dasar acuan adalah dalam aspek penyampaian materi mudah dipahami oleh
para napi/tahanan sehingga mereka menyukai kombinasi metode tersebut. Dari aspek
waktu, para napi/tahanan bisa lebih efesien waktu yang ada sehingga dapat menjadi
acuan metode pembinaan keagamaan di Lapas. Seyogyanya Kementrian Agama
menambah penyuluh/pembina keagamaan yang secara spesifik menangani
penyuluhan khususnya pembina perempuan. Dengan demikian ada pemisahan
pembinaan keagamaan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-02-25
How to Cite
THOHIR, Moh. Muafi bin. METODE PEMBINAAN KEAGAMAAN YANG EFEKTIF BAGI NARAPIDANA/TAHANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II-B LUMAJANG. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 13-33, feb. 2016. ISSN 2686-1100. Available at: <https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/dakwatuna/article/view/75>. Date accessed: 17 jan. 2022.
Section
Articles

Keywords

Pembinaan Keagamaan, Narapidana